Padang – Pemerintah Kota Padang menegaskan dukungan penuh terhadap rekonstruksi total kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) H. Agus Salim yang didanai Kementerian Pekerjaan Umum senilai Rp340 miliar. Proyek ini ditargetkan mengubah kawasan olahraga tersebut menjadi kompleks modern berstandar internasional.

Dukungan itu disampaikan dalam rapat koordinasi antara Pemko Padang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Gedung Putih, kediaman resmi Wali Kota Padang, Kamis (4/6/2026). Rapat dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar Medi Iswandi, Kepala Dispora Sumbar Mahdianur, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah terkait.

Fadly mengatakan Pemko Padang siap mengawal seluruh tahapan pembangunan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan di lapangan. Ia juga menyebut telah menginstruksikan Dinas Koperasi dan UKM bersama Satpol PP untuk mengawasi proses relokasi pedagang agar berjalan tertib.

“Pemko Padang mendukung penuh dan siap berkolaborasi menyukseskan rekonstruksi total kawasan GOR H. Agus Salim. Kehadiran proyek ini merupakan kehormatan bagi Kota Padang dan kami berkomitmen memastikan seluruh proses berjalan optimal,” kata Fadly.

Ia menambahkan, pemerintah kota akan memastikan pedagang yang terdaftar tetap mendapat tempat usaha setelah pembangunan rampung. Menurut dia, proyek ini diharapkan menghadirkan kawasan yang lebih aman, bersih, dan tertata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.

Di sisi lain, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar Medi Iswandi menjelaskan proyek tersebut akan dikerjakan secara multiyears dengan masa pelaksanaan selama 18 bulan. Sementara itu, Kepala Dispora Sumbar Mahdianur menyebut hasil peninjauan tim Kementerian PU menunjukkan stadion sudah tidak layak lagi hanya direnovasi.

“Hasil review tim Kementerian PU menyatakan kondisi Stadion H. Agus Salim sudah tidak memungkinkan untuk direnovasi sehingga harus dilakukan rekonstruksi total,” ujar Mahdianur.

Ia menambahkan, pengumuman pemenang tender diperkirakan selesai dalam satu hingga dua minggu ke depan. Pembangunan stadion berstandar AFC dengan kapasitas 12.000 hingga 13.000 penonton itu diproyeksikan dikerjakan perusahaan BUMN.

Kawasan seluas 7,8 hektare tersebut akan dibagi menjadi tiga ring utama. Ring pertama berisi stadion berstandar internasional, ring kedua menjadi ruang terbuka hijau dan jogging track, sedangkan ring ketiga dikembangkan sebagai kawasan sport tourism dengan pusat kuliner, gedung parkir terpadu, dan sekretariat bersama cabang olahraga.

Sebagai langkah awal, pengosongan dan penutupan total kawasan GOR H. Agus Salim dijadwalkan mulai 15 Juni 2026. Pedagang kafe dan pujasera akan dipindahkan sementara ke kawasan Panjat Tebing, sementara sekretariat cabang olahraga dipusatkan di Gedung KNPI Sumbar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *