Mentawai – Universitas Negeri Padang (UNP) berupaya mendongkrak potensi Desa Matotonan, Kepulauan Mentawai, melalui program pemberdayaan masyarakat. Dua program utama dijalankan, meliputi pelatihan inovasi makanan lokal dan promosi digital.

Pelatihan inovasi makanan lokal membekali 30 pelaku UMKM dengan keterampilan mengolah sagu, talas, dan pisang menjadi produk bernilai jual tinggi. Ezi Anggraini, dosen Tata Boga UNP, menjadi narasumber dalam pelatihan ini.

Selain itu, UNP juga menggelar pelatihan pembuatan video promosi dan peluncuran website desa. Tujuannya, memperkuat promosi digital Matotonan agar lebih dikenal luas.

Website resmi Desa Matotonan kini dapat diakses melalui https://desamatotonan.id.

Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, mengapresiasi inisiatif UNP. Ia menilai program ini membuktikan bahwa desa di pedalaman pun bisa maju dan dikenal dunia.

“Yang terpenting, kita mengangkat budaya asli dan potensi lokal sebagai kekuatan utama,” kata Rinto.

Tim UNP juga menyerahkan sebuah laptop kepada perangkat desa untuk mendukung pengelolaan website dan promosi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Dinas Pendidikan juga memberikan respon positif. Mereka menilai sinergi antara universitas, pemerintah, dan masyarakat sebagai kunci pembangunan desa wisata berkelanjutan.

Dengan dukungan UNP, Desa Matotonan kini memiliki modal penting untuk menarik wisatawan, yaitu inovasi pangan lokal, keterampilan promosi digital, dan website interaktif. Diharapkan, Mentawai dapat menjadi destinasi wisata kelas dunia yang memadukan keindahan alam, olahraga petualangan, dan kekayaan tradisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *