Oleh Roni Aprianto / Wartawan Madya
Pagi itu langit tampak cerah, bendera merah putih dan umbul- umbul berkibar- kibar ditiup angin, seolah ikut bahagia menyambut perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80.
Jalan poros Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, mulai ramai sejak pagi. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa memadati sisi jalan guna menyaksikan karnaval HUT ke 80 RI. Karnaval telah menjadi tradisi tahunan yang bukan hanya menampilkan kreativitas, tetapi juga menjadi ruang ekspresi kecintaan terhadap budaya dan tanah air.
Yang menarik dari karnaval tahun ini bukan hanya diikuti oleh sekolah dan komunitas seni, tetapi juga oleh kelompok masyarakat lintas agama dan lintas suku. Ada barisan warga jawa dengan baju Kebaya dan Jarik, serta Surjan dan Beskap. Arak – arakan suku minang, sunda dan batak.
Selain itu ada pula teatrikal perjuangan kemerdekaan, miniatur jembatan Kelok 9, replika tank, pesawat tempur, kendaraan militer, hingga barisan petani yang membawa hasil bumi, sehingga menambah semarak kegiatan tersebut.
Ribuan pasang mata terkagum- kagum menyaksikan setiap penampilan yang disuguhkan para perserta karnaval. Tepuk tangan dan sorak membahana ketika rombongan pertama muncul di depan tribun kehormatan.
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, Wabup Leli Arni, Walinagari Sungai Duo, Ali Amran dan Pimpinan DPRD, Sujito serta undangan lainnya ikut bertepuk tangan serta melambaikan tangan memberi semangat kepada perserta karnaval. Hari itu, Sabtu 23-8- 2025 semangat kemerdekaan benar- benar terasa.
” Rasanya bahagia dan haru melihat semua orang bersatu merayakan kemerdekaan. Kaya dan miskin menyatu tanpa ada perbedaan,” kata Mbah Sugi yang datang bersama anak dan cucunya.
Walinagari Sungai Duo, Ali Amran mengatakan, Karnaval HUT RI bukan sekadar tontonan. Ini adalah cermin dari semangat gotong royong, kerja keras, dan rasa memiliki terhadap bangsa ini. Persiapan selama berminggu-minggu, latihan tanpa lelah, serta biaya yang dikeluarkan secara swadaya oleh warga dan bantuan dari pemerintah kabupaten menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan masih hidup, bukan hanya dalam pidato, tapi dalam aksi nyata.
“Karnaval ini setiap tahun kita laksanakan. Kita ingin memberikan yang terbaik kepada masyarakat dan negara,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Annisa mengaku kagum dengan semangat, kekompakan dan kreativitas warga yang menampilkan suguhan menarik, mulai dari teatrikal perjuangan kemerdekaan, miniatur jembatan Kelok 9, replika tank, pesawat tempur, kendaraan militer, hingga barisan petani yang membawa hasil bumi.Terinspirasi oleh semangat itu, Bupati berjanji untuk meningkatkan dukungan APBD menjadi Rp50 juta pada pawai tahun depan.
“Tahun ini kita sudah bantu Rp20 juta, dan tahun depan kita tingkatkan menjadi Rp50 juta. Ini bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap kreativitas masyarakat Nagari Sungai Duo yang luar biasa,” katanya diiringi tepuk tangan warga.
Saat matahari mulai condong ke barat dan barisan terakhir dari peserta karnaval melintas disambut tepuk tangan menggema untuk terakhir kalinya. Warga pun mulai beranjak pulang dengan hati yang hangat dan wajah berseri, meski rasa penat dan lelah menyergap.
Karnaval HUT RI adalah bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan bisa hidup dalam warna-warni budaya, dalam langkah kaki anak negeri, dan dalam tawa yang menyatukan semua warga. ( ***)










