Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menargetkan penerbitan Sukuk Daerah pada awal 2027. Hal ini disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat menyambut kedatangan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, di Padang, Kamis (6/11/2025).

Mahyeldi mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap Sumbar yang tengah berproses menerbitkan Sukuk Daerah.

“Ini bentuk perhatian dan dukungan nyata pemerintah pusat terhadap Sumatera Barat,” kata Mahyeldi.

Ia berharap kehadiran Deputi bersama jajaran kementerian, BUMN, dan lembaga donor dapat memotivasi daerah untuk terus berinovasi dalam membiayai pembangunan.

Mahyeldi menyebut, sosialisasi pembiayaan kreatif menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen daerah dalam mencari cara-cara baru membangun di tengah keterbatasan fiskal.

“Ruang fiskal daerah makin sempit. Lebih dari separuh APBD habis untuk belanja rutin, sementara kebutuhan infrastruktur terus meningkat,” ungkapnya.

Deputi Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menjelaskan bahwa pembiayaan kreatif adalah bagian dari program prioritas nasional untuk mendorong peran swasta dalam pembangunan infrastruktur.

“Selama ini pembangunan infrastruktur masih sangat bergantung pada APBN dan APBD. Karena keterbatasan anggaran, kita harus mulai berpikir kreatif,” jelas Ferry.

Ferry menambahkan, keberhasilan penerapan pembiayaan kreatif sangat bergantung pada komitmen kepala daerah. Pemerintah pusat siap memberikan pendampingan.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik, Yuli Sri Wilanti, serta perwakilan dari OJK, DJPK, PII, PT SMI, World Bank, IFC, dan UNDP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *