Padang – Ratusan warga terdampak banjir bandang di Kota Padang kini memiliki tempat tinggal sementara yang layak. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meresmikan 100 unit hunian sementara (huntara) di Kapalo Koto, Pauh, Kamis (5/2).
Inisiatif pembangunan huntara ini digagas oleh Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, dan Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman. Huntara ini akan menampung 100 kepala keluarga atau lebih dari 400 jiwa yang sebelumnya tinggal di tempat-tempat pengungsian.
Evi Yandri, yang juga Ketua Pelaksana pembangunan, menjelaskan bahwa huntara ini dibangun dalam waktu sekitar 45 hari. Warga yang menempati huntara berasal dari Lambung Bukit, Kepalo Koto, dan Cupak Tangah.
“Alhamdulillah Huntara mandiri ini akhirnya selesai setelah dikerjakan bersama-sama secara gotong royong,” ujar Evi saat peresmian.
Setiap unit huntara dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk peralatan rumah tangga, jaringan internet (Wi-Fi), dan listrik gratis. Pemerintah juga berencana membangun tempat ibadah di area huntara.
Wagub Vasko Ruseimy menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu pembangunan huntara. Ia berharap huntara ini dapat memberikan tempat yang layak bagi warga untuk beristirahat dan menata kembali kehidupan mereka.
Walikota Padang, Fadly Amran, yang turut hadir dalam peresmian, menyatakan dukungannya terhadap upaya penyediaan hunian tetap bagi warga terdampak bencana. Pemerintah Kota Padang akan mengawal data warga penghuni huntara agar bisa mendapatkan hunian tetap.











