Tikatang Kamang – Bupati Agam, Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah, menghadiri apel dan Tabligh Akbar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Masjid Jami’ Asy Syarif, Sidang Koto Laweh, Tikatang Kamang, Selasa (16/6).
Kegiatan yang berlangsung meriah itu diikuti ratusan jamaah, tokoh masyarakat, guru MDT, TPQ, pengelola rumah tahfiz, serta para santri dari berbagai lembaga pendidikan Al-Qur’an di wilayah tersebut.
Pengurus Masjid Jami’ Asy Syarif, Junaidi, mengatakan peringatan Tahun Baru Islam menjadi agenda rutin setiap tahun sebagai bagian dari syiar Islam sekaligus penguatan pembinaan generasi muda.
Tahun ini, rangkaian kegiatan diisi dengan tabligh akbar, lomba tahfiz Al-Qur’an, dan lomba tilawah yang melibatkan santri dari berbagai lembaga pendidikan Islam.
Ia menjelaskan, saat ini ada 33 Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA), 17 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), dan 28 rumah tahfiz yang aktif melakukan pembinaan keagamaan.
Sebanyak 350 guru terlibat dalam proses pendidikan tersebut, ditambah kegiatan Didikan Subuh yang rutin digelar setiap pekan.
Pihaknya juga menyampaikan sejumlah program yang tengah berjalan dan akan terus dikembangkan di lingkungan masjid untuk mendukung pembinaan akhlak dan pendidikan Al-Qur’an bagi generasi muda.
Dalam sambutannya, Bupati Agam menyampaikan rasa syukur karena masyarakat masih diberi kesempatan menyambut Tahun Baru Islam dengan penuh semangat dan kebersamaan.
“Alhamdulillah, hari ini kita dapat berkumpul dalam suasana penuh keberkahan untuk memeriahkan dan menyambut Tahun Baru Islam. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah dan meningkatkan kualitas keimanan kita,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan itu mencerminkan kolaborasi yang baik antara generasi tua dan generasi muda. Antusiasme anak-anak dan remaja dari MDA, TPQ, dan rumah tahfiz terlihat jelas dalam memeriahkan acara tersebut.
Menurutnya, kondisi itu sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Agam, yakni “Baliak Ka Surau”, yang bertujuan mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan umat.
“Masjid harus kita ramaikan. Belajar di masjid, beribadah di masjid, bahkan menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas positif bagi generasi muda. Inilah semangat yang terus kita dorong melalui program Baliak Ka Surau,” katanya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, pengurus masjid, para guru, orang tua, serta seluruh pihak yang berpartisipasi dalam menyemarakkan peringatan Tahun Baru Islam tersebut.
Ia juga berterima kasih kepada para santri dan anak-anak yang menunjukkan semangat dalam mengikuti berbagai kegiatan keagamaan.
“Anak-anak inilah harapan masa depan kita. Jadikan pergantian tahun ini sebagai momentum untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, lebih disiplin, lebih rajin belajar, dan lebih dekat dengan Al-Qur’an,” pesannya.
Ia mengajak generasi muda mempersiapkan diri sejak dini untuk menghadapi masa depan. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual, tetapi juga harus disertai akhlak yang baik dan keimanan yang kuat.
“Apa pun cita-cita yang ingin diraih, jadilah generasi terbaik yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Kita berharap 10 hingga 20 tahun ke depan, anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang berbadan sehat, berotak cerdas, memiliki kehidupan yang sejahtera, serta iman yang kokoh,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Agam juga menyerahkan bantuan satu ekor sapi kepada masyarakat setempat untuk dipelihara dan dikembangkan secara produktif.
Ia berharap bantuan tersebut dimanfaatkan dengan baik agar berkembang biak dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Semoga sapi ini dapat dipelihara dengan baik, berkembang biak, dan nantinya dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ini merupakan bentuk kepedulian dan ikhtiar bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Selain memperkuat syiar Islam, acara itu juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap masjid dan Al-Qur’an dalam menyongsong Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.











