Solok – Di tengah duka bencana yang melanda Kota Solok, sejumlah anggota DPRD setempat justru melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Keberangkatan ini menuai kritik tajam dari warga.
Warga menilai, lawatan tersebut tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat yang sedang berjuang memulihkan diri pasca-banjir.
Candra, warga Kampung Jawa, mengungkapkan kekecewaannya. “Alun kariang aia mato, mayik masih tabujua,” ujarnya, menyayangkan keberangkatan anggota dewan di saat warga masih berduka.
Ketua DPRD Kota Solok, Fauzi Rusli, membenarkan keberangkatan anggota Komisi 1 tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini telah dijadwalkan dan disetujui sebelumnya.
Menurut Fauzi, kunjungan ke Kabupaten Bogor bertujuan membahas peran Satpol PP dalam penegakan Perda dan peningkatan pendapatan asli daerah. Agenda ini dijadwalkan berlangsung dari 3 hingga 6 Desember 2025.
Agandha Armen, Presedium LSM Solina, menyayangkan momentum keberangkatan tersebut. Menurutnya, meski konsultasi dan sharing informasi diperbolehkan, waktu pelaksanaannya kurang tepat.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Arjuna mengaku tidak tahu menahu soal keberangkatan anggota DPRD tersebut. Hal ini mengindikasikan adanya miskomunikasi antara dewan dan sekretariat.











