Padang – Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Perwakilan Anak Nagari Limau Manis (F Peran Lima) mendatangi kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (13/5/2026). Kedatangan mereka dipicu penolakan terhadap sebuah kelompok yang disebut mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Anak Nagari Limau Manis.

Koordinator aksi, Iwan Sanek, mengatakan pihaknya keberatan karena kelompok tersebut diduga mengklaim mewakili masyarakat Limau Manis tanpa dasar yang jelas. Ia menegaskan, perangkat KAN dan jajaran ninik mamak tidak boleh memberi ruang maupun legitimasi kepada aliansi itu.

“Kami mendesak perangkat KAN beserta jajaran Ninik Mamak agar tidak memberikan ruang maupun legitimasi terhadap keberadaan aliansi tersebut,” kata Iwan.

Dalam pernyataannya, F Peran Lima meminta agar segala kegiatan yang membawa nama aliansi itu segera dihentikan di Limau Manis. Mereka menilai keberadaan kelompok tersebut justru memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Iwan menyebut gejolak ini bermula dari pernyataan sepihak aliansi yang menyuarakan ancaman boikot terhadap produk PT Semen Padang. Ia mengatakan, langkah itu memancing reaksi keras warga karena dinilai berpotensi merusak hubungan yang selama ini terjalin baik, termasuk program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

“Pemicu utama gejolak ini adalah adanya pernyataan sepihak dari aliansi tersebut yang menyuarakan ancaman pemboikotan terhadap produk pabrik PT Semen Padang,” ujar Iwan, didampingi Eka Putra Kurniadi, ST, Ketua F Peran Lima.

Menurut dia, warga menilai ancaman boikot itu gegabah dan bisa mengganggu ekosistem CSR PT Semen Padang yang selama puluhan tahun memberi manfaat bagi masyarakat setempat. Iwan juga membantah klaim aliansi yang mengaku mewakili suara warga Limau Manis.

“Kami tidak pernah mengakui adanya Aliansi Anak Nagari Limau Manis tersebut, serta menolak keras pernyataan pengancaman pemboikotan. Bubarkan Aliansi Anak Nagari Limau Manih beserta oknumnya,” tegas Iwan di hadapan perangkat adat.

Aksi yang berlangsung damai itu sempat memanas saat massa melontarkan ultimatum kepada pihak KAN. Iwan menegaskan, mereka tidak akan tinggal diam jika tuntutan itu diabaikan.

“Kami tidak akan segan-segan menyegel bangunan Kantor KAN Limau Manis apabila aspirasi mereka diabaikan. Bagi kami pembubaran aliansi adalah harga mati yang harus segera dieksekusi oleh para pemangku adat,” ujarnya.

Menanggapi desakan tersebut, perwakilan tokoh adat setempat, Datuak Rajo Kamunyang, menyampaikan akan menampung aspirasi massa. Ia juga berjanji membahas tuntutan itu dan menindaklanjutinya dalam waktu dekat.

“Kami akan mempertimbangkan kembali hal ini dan akan segera menindaklanjutinya,” kata Datuak Rajo Kamunyang sambil berupaya meredakan ketegangan massa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *