Padang – Pemerintah Kota Padang menggandeng Institut Teknologi Padang (ITP) untuk memperkuat pembangunan daerah lewat riset, inovasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendukung visi Padang sebagai pusat jasa unggulan dalam 20 tahun mendatang.

Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan hal itu saat menerima kunjungan Rektor ITP Prof. Maidiawati bersama jajaran pimpinan kampus di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (19/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Pemko Padang dan ITP membahas penyelarasan program perguruan tinggi dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045.

Fadly menegaskan, pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri untuk mencapai target pembangunan di sektor perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata. Karena itu, perguruan tinggi dinilai perlu mengambil peran lebih besar.

“Kami mendorong ITP ikut bekerja sama dengan Pemko Padang dalam menyukseskan program unggulan daerah. Kami ingin perguruan tinggi di Kota Padang berkembang menjadi workforce university yang menghasilkan lulusan siap kerja dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Fadly.

Ia mengatakan, Pemko Padang telah menyiapkan sejumlah skema kerja sama, mulai dari program beasiswa luar negeri lewat Padang Juara hingga penguatan ekonomi daerah melalui program UMKM Naik Kelas.

Fadly juga mengungkapkan pihaknya sedang menjajaki kerja sama pendidikan dengan perguruan tinggi di Malaysia. Ia berharap ITP ikut terlibat dalam jaringan tersebut.

Di sisi lain, Prof. Maidiawati menyambut baik ajakan itu. Menurut dia, sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan menjadi langkah penting untuk membangun daerah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Pertemuan ini bertujuan memperkuat koordinasi dan mensinergikan program Pemko Padang dengan ITP. Kami siap mendukung program strategis, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia,” ujar Maidiawati.

Ia menambahkan, ITP saat ini sudah menjalin kerja sama internasional dengan sejumlah perguruan tinggi di Malaysia dan Kamboja.

Jaringan itu diharapkan dapat membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa asal Kota Padang untuk mengakses pendidikan global melalui skema yang disiapkan pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *