Padang – Pemerintah pusat siapkan anggaran Rp13 triliun untuk perbaikan infrastruktur Sumatera Barat (Sumbar) pasca bencana hidrometeorologi. Prioritas utama adalah membangun jembatan penghubung sementara di Malalak.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyampaikan usulan anggaran tersebut saat meninjau langsung lokasi terdampak, Senin (8/12/2025).
“Data kerusakan jalan, jembatan, sekolah, rumah ibadah, irigasi, dan kantor pemerintahan sudah kami kumpulkan,” ujar Dody.
Penanganan infrastruktur rusak di Sumbar menjadi prioritas pemerintah pusat.
Di Malalak, Menteri PU menawarkan dua opsi penanganan jembatan putus, yaitu pembangunan jembatan permanen atau jembatan bailey sementara.
“Sesuai arahan Presiden, keselamatan dan kelancaran akses masyarakat harus diutamakan,” tegasnya.
Ruas jalan di Lembah Anai yang sedang diperbaiki ditargetkan bisa dilalui kendaraan pada 15-16 Desember.
Namun, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor.
Kementerian PU juga berkoordinasi dengan BNPB dan BMKG untuk menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menekankan pentingnya percepatan pendataan kerusakan di tingkat kabupaten/kota.
“Pendataan harus disegerakan, jangan berlama-lama. Kasihan masyarakat menunggu,” kata Vasko.











