Padang – Pemerintah Kota Padang berambisi mengubah sampah menjadi energi listrik melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di TPA Air Dingin. Proyek ini diharapkan menjadi solusi inovatif untuk mengatasi masalah sampah kota yang mencapai 700 ton per hari.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan PSEL menjadi prioritas utama setelah rencana pengelolaan sampah melalui skema Refuse Derived Fuel (RDF) belum terealisasi.

“Dengan hadirnya PSEL yang diproyeksikan mampu mengolah sekitar 200 ton per hari, tentu akan sangat membantu,” ujar Fadly Amran.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendukung penuh inisiatif ini. Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air KLHK, Tulus Laksono, menyatakan pembangunan PSEL merupakan bagian dari program nasional untuk pengelolaan sampah berkelanjutan.

“Secara nasional, program pengolahan sampah menjadi energi ini direncanakan mencakup sekitar 33 kabupaten/kota di Indonesia,” jelas Tulus Laksono.

Teknologi PSEL akan mengubah sampah menjadi energi listrik, menciptakan nilai tambah ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Keberhasilan Padang meraih Sertifikat Adipura dan masuk dalam delapan besar kota terbersih di Indonesia menjadi motivasi untuk terus berbenah. Dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *