Lubuk Basung – Pemerintah Kabupaten Agam memperluas pengembangan Nagari Creative Hub (NCH) dengan menggabungkannya bersama program Bangkik dari Surau. Dari kolaborasi itu, lahir konsep Nagari Creative Hub Berbasis Masjid (NCHBM) yang mengusung transformasi digital sekaligus penguatan nilai keagamaan, adat, budaya, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

Bupati Agam Benni Warlis mengatakan langkah tersebut diambil karena arah program NCH yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat selama setahun terakhir sejalan dengan pembangunan di Kabupaten Agam. Pemkab Agam, kata dia, tidak hanya mengadopsi program itu, tetapi juga menyesuaikannya dengan karakter daerah.

“Kami menyambut baik program NCH dari Pemprov Sumbar. Di Kabupaten Agam, program ini kita kolaborasikan dengan Bangkik dari Surau, sehingga lahir NCHBM yang memadukan transformasi digital dengan nilai-nilai keagamaan, adat, budaya, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Benni saat membuka Sosialisasi Program Nagari Creative Hub Provinsi Sumatera Barat di Aula Kantor Bupati Agam, Senin (29/6).

Benni menjelaskan, melalui skema itu masjid dan surau didorong kembali menjadi pusat kegiatan warga. Fungsinya tidak lagi sebatas tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pengembangan ekonomi umat, pelestarian budaya, pariwisata, hingga wadah kreativitas generasi muda.

Sebagai tahap awal, Pemkab Agam menetapkan 32 masjid sebagai lokasi pengembangan sekaligus pilot project implementasi Nagari Creative Hub Berbasis Masjid. Sementara di tingkat provinsi, pilot project pengembangan NCH berada di Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang.

Benni menuturkan, konsep yang dikembangkan tidak hanya bertumpu pada digitalisasi. Program ini juga diarahkan untuk memaksimalkan potensi lokal nagari, mulai dari penyediaan ruang kreativitas bagi anak muda, penguatan UMKM dan kuliner berbasis masjid, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Di sejumlah wilayah, kata Benni, beberapa masjid juga sudah tumbuh mandiri dengan memanfaatkan potensi wisata serta kegiatan sosial ekonomi yang dikelola warga.

Meski begitu, Benni mengakui tantangan terbesar dalam pelaksanaan NCH terletak pada kesiapan sumber daya manusia kreatif di tingkat nagari. SDM itu dibutuhkan untuk mengelola potensi daerah sekaligus memasarkan produk lokal melalui platform digital.

Ke depan, Pemkab Agam juga menyiapkan sistem database dan dashboard masjid yang terintegrasi. Langkah itu diharapkan memperkuat tata kelola berbasis data agar program sosial dan ekonomi masyarakat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap Nagari Creative Hub tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama yang mampu membangkitkan potensi nagari melalui kekuatan masjid, teknologi digital dan partisipasi masyarakat,” kata Benni Warlis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *