Padang – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Padang (UNP) meluncurkan program unggulan Edufarm-Edupreneurship. Program ini menyambut 501 mahasiswa baru di kampus Bandar Buat, Kota Padang.
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNP, Prof. Afdal, menyatakan PGSD siap membekali mahasiswa baru dengan program unggulan. Tujuannya, menghasilkan guru SD berkualitas, nasionalis, dan kreatif dalam berwirausaha di bidang pendidikan.
Penyambutan mahasiswa baru ini merupakan agenda rutin UNP. Sebelumnya, kegiatan serupa juga dilaksanakan di kampus utama Air Tawar.
Kegiatan dimulai dengan upacara bendera yang dipimpin oleh Kepala Departemen PGSD, Prof. Yanti Fitria. Dalam amanatnya, Yanti menekankan pentingnya disiplin dan tanggung jawab bagi calon pendidik.
Upacara ini bertujuan membina mental, kepemimpinan, gotong royong, disiplin, dan karakter mahasiswa. Hal ini dilakukan agar mahasiswa siap menghadapi tantangan pendidikan dan mendukung kebijakan pemerintah terkait pendidikan berkualitas (SDG’s point 4).
Yanti juga mengingatkan tentang tantangan guru di era Society 5.0 dan keterlibatan Departemen PGSD dalam kegiatan internasional.
Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan, organisasi mahasiswa, dan mahasiswa baru. Acara dilanjutkan dengan sesi perkenalan di Aula UPP III.
Mahasiswa baru diperkenalkan dengan dosen dan tenaga kependidikan melalui video profil PGSD dan mahasiswa berprestasi. Selain itu, mahasiswa baru juga mendapatkan informasi tentang sarana-prasarana, kurikulum, dan suasana akademik di PGSD UNP.
Sesi ini disampaikan oleh Kepala Laboratorium dan Koordinator UPP, dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Di akhir acara, diperkenalkan beberapa mahasiswa baru berprestasi di masa SMP dan SMA.
Mahasiswa baru kemudian dikelompokkan untuk mengikuti program EduFarm-edupreneur. Program ini dirancang untuk membangun kerja sama, kepedulian lingkungan, dan semangat kebersamaan.
Kegiatan diakhiri dengan pengarahan tentang Edufarm yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu. Lebih dari 50 petak lahan kampus Bandar Buat akan diolah dalam proyek pembelajaran alam dan kewirausahaan.











