Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Saleh menilai transformasi badan usaha milik negara (BUMN) di bawah pengelolaan Dony Oskaria mulai berjalan ke arah yang lebih sehat, efisien, dan berpihak pada kepentingan publik. Ia menyebut Dony sebagai sosok profesional yang bekerja dengan pendekatan bisnis, namun tetap menempatkan kepentingan negara sebagai prioritas.
Rahmat mengapresiasi kebijakan-kebijakan yang dijalankan Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia itu. Menurut dia, langkah yang diambil menunjukkan arah pembenahan BUMN yang semakin jelas.
“COO Danantara itu profesional murni yang hebat. Beliau bekerja dengan hitungan bisnis negara, bukan kepentingan kelompok. BUMN harus benar-benar kembali untuk rakyat,” kata Rahmat Saleh, Selasa (30/6/2026) kepada wartawan.
Legislator asal Sumatera Barat itu menilai transformasi BUMN yang dilakukan pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto mulai menampakkan hasil. Salah satunya terlihat dari meningkatnya kinerja sejumlah perusahaan pelat merah yang mampu mencatat pertumbuhan laba.
Ia juga menilai kebijakan perampingan jumlah BUMN dilakukan secara terukur. Menurut Rahmat, langkah tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi tanpa mengorbankan para pekerja.
“Yang patut diapresiasi, penyusutan jumlah BUMN dilakukan tanpa mengandalkan pemutusan hubungan kerja secara massal. Ini menunjukkan transformasi dilakukan dengan perencanaan yang matang,” ujarnya.
Rahmat menambahkan, keberanian membenahi perusahaan yang terus merugi menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan keuangan negara sekaligus memperkuat daya saing BUMN.
Di sisi lain, ia mendukung langkah Dony Oskaria yang menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengawal proyek-proyek strategis nasional, termasuk program hilirisasi dan penguatan tata kelola perusahaan.
Menurut Rahmat, sinergi itu menunjukkan komitmen pemerintah membangun BUMN yang transparan, akuntabel, dan bersih dari praktik korupsi.
“Pak Dony sebagai pembantu Presiden Prabowo menunjukkan kepemimpinan yang kuat. Beliau berani mengambil keputusan bisnis yang tepat, tetapi tetap mengedepankan prinsip tata kelola yang baik. BUMN memang harus dikelola secara profesional agar manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat,” tutup Rahmat.











