SAWAHLUNTO – Pemerintah Kota Sawahlunto memperketat pengamanan di kawasan Kandi, yang menjadi pusat pengembangan destinasi wisata dengan sejumlah fasilitas unggulan, mulai dari gelanggang pacu kuda bertaraf nasional, Taman Satwa Kandi, arena manasik, Meer Von Kandi, hingga kebun buah.
Kepala Kantor Satpol PP dan Damkar Kota Sawahlunto, Nurwansyah Putra, menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menurunkan kinerja petugas di lapangan.
“Walaupun anggaran sangat terbatas saat ini, namun kinerja anggota tidak boleh bermalas-malasan dan kendor,” kata Nurwansyah saat dihubungi, Jumat (22/5), di ruang kerjanya.
Ia menjelaskan, Satpol PP telah menempatkan personel untuk berjaga siang dan malam di pos pengamanan kawasan Kandi. Menurut dia, keberadaan pos itu terbukti berdampak pada meningkatnya keamanan di kawasan wisata tersebut.
“Pos Satpol PP di kawasan Kandi tidak boleh kosong. Sejak pos jaga difungsikan, keamanan di kawasan itu meningkat. Aksi kebut-kebutan sepeda motor yang sebelumnya sering terjadi kini sudah tidak ada lagi,” ujarnya.
Nurwansyah menambahkan, pihaknya juga berhasil menekan aktivitas pasangan muda-mudi yang kerap berduaan di tempat sepi, baik pada siang maupun malam hari.
Di sisi lain, Satpol PP dan Damkar rutin menggelar latihan kesiapsiagaan pemadaman kebakaran bersama personel Damkar. Nurwansyah bahkan ikut langsung dalam latihan itu untuk memastikan setiap anggota siap bergerak cepat saat terjadi kebakaran.
“Kita rutin melakukan latihan gerak cepat pemadaman api bersama personel Damkar. Dengan latihan itu, apabila terjadi kebakaran anggota mampu bergerak cepat memadamkan api,” katanya.
Untuk mendekatkan layanan kepada warga, Satpol PP dan Damkar juga menempatkan pos damkar di setiap kecamatan. Langkah ini diambil agar penanganan kebakaran rumah warga maupun kebakaran hutan bisa dilakukan lebih cepat.
“Dengan adanya pos Damkar di setiap kecamatan, petugas dapat segera bergerak ketika ada musibah rumah terbakar maupun kepentingan publik lainnya termasuk kebakaran hutan,” pungkasnya.











