Sawahlunto – Kota Sawahlunto merayakan hari jadinya ke-137 dengan semangat baru di tengah tantangan fiskal. Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menyampaikan hal ini dalam pidato di Sidang Paripurna DPRD, Kamis (18/4/2024).
Riyanda menyebut, meski ada pemangkasan dana transfer pusat hingga Rp93 miliar pada 2026, Sawahlunto tetap berupaya mengejar pembangunan.
“Ini bukan kelemahan Sawahlunto, tetapi kebijakan nasional yang dialami seluruh daerah,” tegasnya.
Pemkot Sawahlunto aktif melobi kementerian, lembaga pusat, dan pemerintah provinsi untuk menarik program strategis nasional. Mereka juga memperjuangkan kenaikan Dana Bagi Hasil Royalti Batubara, yang tahun 2025 berkontribusi Rp10,6 miliar.
Kerja sama dengan BUMN, swasta, dan perusahaan tambang juga digenjot untuk penyaluran CSR.
Riyanda memaparkan progres tujuh misi pembangunan yang tertuang dalam RPJMD 2025-2030.
Sebagai Kota Event, Sawahlunto mencatat 95.450 pengunjung sepanjang 2025, yang mendorong ekonomi UMKM, hotel, kuliner, dan pariwisata.
Realisasi investasi triwulan I-III 2025 mencapai Rp230,85 miliar, tumbuh 80,80% dibanding tahun lalu, dipicu sektor tambang dan pembangunan hotel.
Berbagai program pelatihan juga terlaksana melalui APBN dan APBD Provinsi.
“Krisis fiskal tidak akan menghentikan langkah Sawahlunto untuk terus berbenah diri,” pungkas Riyanda.











