Gadut – Pemerintah Kabupaten Agam menegaskan komitmennya menjaga tradisi Khatam Al-Qur’an sebagai bagian dari pembinaan generasi muda saat Pawai Khatam Al-Qur’an ke-49 MDTA Sawah Dangka, Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Minggu (28/6).

Sebanyak 12 santri yang telah menamatkan bacaan Al-Qur’an diarak keliling kampung dengan bendi dalam suasana meriah. Pawai itu menjadi penanda syukur atas selesainya satu tahapan penting dalam pendidikan agama mereka.

Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr Mhd Lutfi, yang melepas rombongan pawai, menyebut khatam Al-Qur’an sebagai tradisi yang harus terus dilestarikan. Menurut dia, kegiatan tersebut punya peran penting dalam membentuk karakter dan keimanan anak-anak.

“Kegiatan ini harus terus dipertahankan karena menjadi bagian penting dalam membina generasi yang berkarakter dan beriman,” ujarnya.

Mhd Lutfi mengatakan, visi Agam Madani yang diusung pemerintah daerah tidak hanya menekankan kecerdasan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga kekuatan iman. Ia menilai, semua itu harus dimulai dari kemampuan generasi muda membaca dan memahami Al-Qur’an.

“Bagaimana kita menciptakan masyarakat madani, generasi yang memiliki kecerdasan yang baik, kesehatan yang baik dan keimanan yang kuat. Semua itu tentu diawali dari kemampuan membaca Al-Qur’an. Ini menjadi hal yang wajib kita laksanakan,” katanya.

Ia menambahkan, khatam Al-Qur’an merupakan momen penting dalam perjalanan pendidikan agama seorang anak. Karena itu, ia menilai peristiwa tersebut perlu dijaga sebagaimana momen penting lain dalam kehidupan, seperti kelahiran dan khitanan.

“Khatam Al-Qur’an adalah momentum tumbuh kembang anak yang harus terus dijaga. Anak-anak yang khatam harus benar-benar memiliki standar bacaan Al-Qur’an yang baik,” jelasnya.

Mhd Lutfi juga berharap pembinaan tidak berhenti setelah khatam. Ia mendorong anak-anak terus dibimbing agar semakin mencintai Al-Qur’an dan mampu menghafalnya.

“Tugas kita selanjutnya adalah membimbing mereka agar menjadi hafiz dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan,” tegasnya.

Selain itu, ia mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat di Kabupaten Agam dalam mendukung kegiatan khatam Al-Qur’an. Sejak awal bulan, berbagai nagari di daerah itu disebut terus menggelar kegiatan serupa.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat Agam sangat mendukung kegiatan keagamaan. Bahkan kita melihat ninik mamak, tokoh masyarakat dan para orang tua turut hadir memberikan dukungan,” sebutnya.

Ia menilai kebersamaan itu akan melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus kuat keimanannya. Mhd Lutfi pun berharap pelaksanaan Khatam Al-Qur’an MDTA Sawah Dangka ke-49 berjalan lancar dan tetap menjadi tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Selamat kepada anak-anak yang telah mengikuti khatam Al-Qur’an. Selamat juga kepada para orang tua yang telah mengantarkan putra-putrinya menyelesaikan satu tahapan penting dalam pendidikan agamanya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *