Palembayan – Warga Palembayan, Agam, kini bisa bernapas lega. Air keruh akibat banjir bandang kini berubah menjadi air bersih berkat teknologi ultrafiltrasi tanpa listrik dari Universitas Andalas (Unand).
Teknologi ini menjadi solusi atas krisis air bersih yang melanda Palembayan pasca-bencana.
Unand Peduli menemukan bahwa Koto Alam dan Nagari IV Koto Palembayan adalah wilayah yang paling membutuhkan air bersih. Sebelumnya, warga hanya mengandalkan bantuan air dari TNI dan Polri.
“Hasil pengujian lapangan menunjukkan air memang tidak layak digunakan langsung,” ujar Koordinator Tim Air Bersih Unand, Dr. Eng. Dendi Adi Saputra.
Teknologi ultrafiltrasi ini mampu menyaring 10.000 liter air keruh per jam. Sistem ini mudah dioperasikan dan memiliki fitur pembersih filter otomatis.
Dendi menambahkan, teknologi ini dirancang agar mudah digunakan oleh masyarakat setempat.
Warga Jorong Duku menyambut baik bantuan ini. Mereka mengeluhkan air sungai yang sangat keruh, terutama saat hujan.
Kepala Dinas Kesehatan Agam, dr. Hendri, menyebut masalah air bersih tidak hanya terjadi di Palembayan, tetapi juga di wilayah lain yang terdampak bencana.
Direktur Utama Rumah Sakit Unand, Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp.BTKV, mengatakan teknologi ini telah diterapkan di rumah sakit dan terbukti efektif.
Kepala Puskesmas Palembayan, dr. Demi Sartika, mengapresiasi Unand atas kepeduliannya. Ia menilai teknologi ini sangat relevan dengan kondisi Palembayan yang sering mengalami gangguan listrik.











