Padang – Pemerintah Kota Padang memprioritaskan penggunaan dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun anggaran 2026 untuk penanggulangan bencana. Kebijakan ini ditegaskan Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat memimpin rapat koordinasi bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Palanta Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (14/4/2026).

Fadly menginstruksikan agar seluruh anggaran yang tersedia dikelola secara transparan dan tepat sasaran. Fokus utama penggunaan dana tersebut mencakup mitigasi pra-bencana, penanganan tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak.

“Saya minta TAPD mengarahkan anggaran pada program prioritas yang menyentuh langsung masyarakat, terutama sektor infrastruktur vital dan pemulihan ekonomi,” ujar Fadly.

Dalam rapat tersebut, Pj Sekda Kota Padang, Raju Minropa, memaparkan bahwa total pagu TKD tahun 2026 mencapai Rp371,8 miliar. Hingga saat ini, kas daerah telah menerima kucuran dana sebesar Rp217,2 miliar yang disalurkan dalam dua termin pada Februari dan Maret lalu.

Sisanya, yakni sekitar Rp154,6 miliar, dijadwalkan akan disalurkan oleh pemerintah pusat pada tahap berikutnya. Selain dana TKD, Pemkot Padang juga telah merealisasikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat senilai Rp900 juta untuk program terkait.

Fadly menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan dana tersebut. Ia mewanti-wanti jajarannya agar bekerja dengan efektivitas tinggi guna meminimalisir potensi penyimpangan dan memastikan setiap rupiah memberikan dampak nyata bagi warga Kota Padang.Padang – Pemerintah Kota Padang memprioritaskan penggunaan dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun anggaran 2026 untuk penanggulangan bencana. Kebijakan ini diambil sebagai langkah mitigasi hingga rehabilitasi kawasan terdampak, sesuai dengan arahan Kementerian Dalam Negeri.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah wajib mengelola anggaran tersebut secara transparan dan tepat sasaran. Ia menekankan agar dana yang tersedia tidak hanya sekadar terserap, tetapi memberikan dampak nyata bagi pemulihan ekonomi dan perbaikan infrastruktur vital masyarakat.

“Saya minta TAPD fokus pada program yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Pastikan setiap rupiah dikelola dengan efektif untuk meminimalisir sisa anggaran (SiLPA) di akhir tahun,” ujar Fadly saat memimpin rapat koordinasi di Palanta Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (14/4/2026).

Berdasarkan data yang dipaparkan Pj Sekda Kota Padang, Raju Minropa, total pagu TKD tahun 2026 mencapai Rp371,8 miliar. Hingga saat ini, kas daerah telah menerima kucuran dana sebesar Rp217,2 miliar yang disalurkan dalam dua termin.

Sementara itu, sisa dana sebesar Rp154,6 miliar dijadwalkan akan diterima pada tahap berikutnya. Selain dana TKD, Pemkot Padang juga telah merealisasikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat senilai Rp900 juta untuk mendukung program pembangunan daerah.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemkot Padang menargetkan percepatan penyerapan anggaran agar seluruh agenda pembangunan tahun 2026 dapat terealisasi sesuai jadwal. Kedisiplinan satuan kerja perangkat daerah menjadi kunci utama dalam mencapai target kinerja yang telah ditetapkan sejak awal tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *