Agam – Pemerintah Kabupaten Agam mengambil langkah tegas dengan memperpanjang masa tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor selama 14 hari ke depan. Keputusan ini diambil setelah evaluasi menunjukkan kondisi di lapangan masih memerlukan penanganan intensif.

Bupati Agam, Benni Warlis, mengumumkan perpanjangan masa tanggap darurat ini usai rapat evaluasi yang dipimpin Gubernur Sumatera Barat secara virtual, Senin (22/12). Masa tanggap darurat sebelumnya berakhir pada hari yang sama.

Fokus utama perpanjangan ini adalah pembersihan puing rumah warga, membuka akses jalan yang tertutup lumpur, dan menangani tebing rawan longsor.

Selain itu, pemerintah daerah juga memprioritaskan pembersihan lumpur dan sedimen tebal di jalan dan sungai untuk mencegah bencana susulan saat hujan deras.

Bupati Benni Warlis menegaskan, Pemkab Agam akan terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Basarnas, dan BNPB.

Pembangunan jembatan darurat masih menunggu bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat. Agam membutuhkan 13 jembatan bailey untuk menggantikan jembatan yang rusak akibat bencana.

Pemkab Agam juga membutuhkan alat berat untuk menangani lumpur, sedimen, dan normalisasi sungai, terutama sungai yang berpotensi meluap dan mengancam permukiman warga.

Kebutuhan air bersih bagi masyarakat menjadi perhatian serius. Sementara itu, pencarian korban telah dihentikan setelah keluarga korban mengikhlaskan dan sepakat untuk tidak melanjutkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *