Makkah – Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menyoroti kesiapan layanan transportasi bagi jemaah haji Indonesia di kawasan pemondokan Al-Hidayah, Makkah. Sorotan itu muncul setelah banyak jemaah mengeluhkan jarak tempuh yang jauh dari titik pemberhentian bus menuju Masjidil Haram.

Anggota Timwas Haji DPR RI, Andre Rosiade, menegaskan pihaknya akan mengecek langsung komitmen penyediaan 60 armada bus untuk melayani ribuan jemaah di lokasi tersebut. Dari kesepakatan awal, 30 bus disiapkan di Al-Hidayah dan 30 bus lainnya ditempatkan di area Masjidil Haram.

“Ini yang mau kita cek pertama kali soal kesiapannya, karena ini melayani ribuan jemaah,” ujar Andre saat melakukan pengawasan pemondokan, Selasa (18/6).

Selain jumlah armada, Timwas DPR RI juga memberi perhatian pada lokasi drop off yang dinilai terlalu jauh dari Masjidil Haram. Berdasarkan laporan yang diterima, jarak terminal ke masjid disebut mencapai sekitar 3 kilometer.

Andre mengatakan pihaknya akan turun langsung ke terminal untuk memastikan jarak sebenarnya di lapangan. Menurut dia, akses transportasi harus benar-benar memudahkan jemaah agar tidak kelelahan sebelum menjalankan puncak ibadah haji di Arafah.

“Kita akan mengecek ke terminalnya, berapa sih jarak riil terminal ke Haram? Jangan sampai jemaah merasa kecapekan, karena ini nanti bisa mengganggu persiapan puncak haji, yaitu wukuf di Arafah,” tegasnya.

Temuan di lapangan itu selanjutnya akan dibahas dalam rapat koordinasi khusus bersama kementerian dan para pemangku kepentingan terkait. DPR RI menjadwalkan pertemuan tersebut pada 24 Juni mendatang.

“Setelah kita belanja masalah, kita akan rapat dengan kementerian dan seluruh pihak stakeholder pada tanggal 24 mendatang. Jadi sebelum wukuf nanti, atau sebelum jemaah berangkat untuk Tarwiyah, kita lakukan evaluasi dan perbaikan segera,” kata Andre.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *