Padang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) di Sumatera Barat, menargetkan rampung pada Januari 2026.
BNPB terjun langsung mendampingi 13 pemerintah daerah kabupaten/kota yang terdampak bencana hidrometeorologi, termasuk Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Pesisir Selatan.
Sekretaris Utama BNPB, Rustian, menekankan pentingnya data akurat dan komitmen bersama untuk mempercepat proses pemulihan.
“Arahan Kepala BNPB di Sumbar harus lebih cepat, maka kita tetapkan di Bulan Januari,” tegas Rustian saat membuka kegiatan pendampingan.
Dokumen R3P bertujuan memulihkan wilayah pascabencana secara sinergis, terarah, dan terukur, melibatkan berbagai pihak dalam penyusunannya.
Pendampingan awal difokuskan pada Pemerintah Daerah Kabupaten Solok, Kota Solok, Pasaman, dan Pasaman Barat.
Kegiatan di UPT BNPB Padang ini dihadiri kepala OPD tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta tim teknis yang menyatukan data untuk pemulihan pascabencana.
Meskipun Pemprov Sumbar telah mengakhiri masa tanggap darurat, tiga daerah, yaitu Kabupaten Agam, Pasaman Barat, dan Tanah Datar, masih memperpanjang status tersebut.











