Bogor – Pemerintah terus berupaya menekan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia hingga nol persen. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah melalui pembangunan Sekolah Rakyat (SR) berasrama di berbagai daerah.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 100 unit SR setiap tahunnya. Program ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa SR merupakan program prioritas pemerintah. Kemensos RI bertindak sebagai operator utama dalam menjalankan program ini.

“Sekolah Rakyat adalah salah satu program mulia prioritas dari Presiden,” ujar Agus Jabo saat menjadi pemateri pada Retret PWI di Pusat Kompetensi Bela Negara, Kemhan RI, Jumat (30/1/2026).

Agus Jabo menjelaskan, SR dirancang dengan konsep boarding school unggulan seperti Taruna Nusantara. Siswa yang diterima berasal dari keluarga kurang mampu tanpa diskriminasi sosial atau ekonomi.

Biaya operasional SR sepenuhnya ditanggung oleh APBN, dengan alokasi anggaran sekitar Rp 4 juta per anak per tahun atau Rp 48 juta.

Sejak Maret 2025, sudah ada 166 titik SR yang beroperasi dengan total 16 ribu siswa, 1.500 guru, dan 8.400 tenaga pendidikan. Pada tahun 2026, targetnya adalah mendirikan 200 titik SR.

Kemensos juga menggandeng kementerian lain, termasuk Kementerian PUPR dan Kemendikbudristek, serta TNI/Polri untuk mendukung program ini.

“Targetnya adalah tidak ada diskriminasi pendidikan pada anak. SR diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, agar mereka mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan memiliki karakter yang kuat,” pungkas Agus Jabo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *