Padang – Departemen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang (FIP UNP) menggelar Knowledge Transfer Program in Special & Inclusive Education bersama INTI International University & Colleges Malaysia di SLB Negeri 1 Padang, Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat lintas negara dalam program EQUITY THE Impact Ranking UNP 2025/2026 yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta LPDP.

Program tersebut mempertemukan akademisi dari dua negara untuk memperkuat praktik pendidikan inklusif dan pengajaran adaptif bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Lewat pertukaran pengetahuan dan pengalaman, kegiatan itu ditujukan untuk mendorong peningkatan mutu layanan pendidikan inklusif di Indonesia.

Kepala Departemen PLB FIP UNP, Dr. Elsa Efrina, M.Pd., mengatakan kolaborasi internasional itu memberi dampak langsung bagi sekolah dan peserta didik, sekaligus memperluas jejaring akademik global Universitas Negeri Padang.

“Program ini menjadi bagian dari komitmen FIP UNP dalam mendukung pendidikan inklusif yang berkualitas sekaligus memperluas kerja sama internasional melalui kegiatan pengabdian masyarakat berbasis global,” ujarnya.

Dekan FIP UNP, Prof. Dr. Afdal, M.Pd., Kons., menambahkan kehadiran akademisi luar negeri juga berkontribusi pada reputasi internasional universitas. Ia menilai keterlibatan dosen asing dalam kegiatan akademik dan pengabdian menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian Times Higher Education (THE) Impact Rankings.

“Kolaborasi ini secara langsung mendukung peningkatan indikator inbound mobility dosen internasional yang menjadi salah satu aspek penilaian THE Impact Rankings. Ini menunjukkan keseriusan UNP dalam membangun kampus bereputasi internasional melalui penguatan tridarma perguruan tinggi,” jelasnya.

Melalui program EQUITY, FIP UNP menguatkan pendidikan inklusif di tingkat sekolah sekaligus menegaskan peran Universitas Negeri Padang dalam mendorong kerja sama global, inovasi pendidikan, dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Kegiatan berlangsung antusias dengan keterlibatan guru, mahasiswa, dan peserta lain dalam sesi diskusi serta praktik pembelajaran inklusif. Kolaborasi lintas negara ini diharapkan terus berlanjut untuk menghadirkan pendidikan yang setara, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *