Sawahlunto – Kepala Desa Kubang Tangah, Rice Ricardo, mengajak warganya untuk memanfaatkan lahan kosong dengan menanam jagung, ubi, dan tanaman bermanfaat lainnya. Ajakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rice mengungkapkan, saat ini terdapat ratusan hektar lahan tidur di Kubang Tangah yang belum digarap secara maksimal.

“Jangan biarkan lahan tidur tersebut terlantar, mari bangkit membangun desa,” ujar Rice di ruang kerjanya, Rabu (17/9).

Kubang Tangah memiliki potensi menjanjikan, terutama dengan durian Kubang yang terkenal. Rice berencana mengupayakan pembibitan untuk melestarikan durian khas tersebut.

Setiap musim durian tiba, banyak pedagang menjual durian di Simpang Kubang, meskipun tidak semuanya berasal dari Kubang. Festival Durian Kubang diadakan setiap Desember, bertepatan dengan ulang tahun Sawahlunto.

Selain durian, Desa Kubang Tangah juga memiliki ribuan pohon kakao. Namun, produksi kakao kurang optimal karena banyak buah yang busuk.

Rice telah mengajak petani untuk memangkas dahan yang tidak perlu, namun belum banyak yang melakukannya. Ia yakin, dengan perawatan yang baik, hasil kakao akan meningkat.

Untuk pembangunan fisik dari Dana Desa 2025, keterbatasan dana membuat hanya tiga proyek yang dapat dikerjakan. Proyek tersebut meliputi ruas jalan Desa Guguak Pauh – Siongsek senilai Rp 114 juta, pembuatan reol dan damee Rp 40 juta, yang diharapkan dapat menyerap minimal 30 tenaga kerja. Sementara itu, bantuan sosial KPM di Desa Kubang hanya menjangkau 20 orang, menurun dari tahun-tahun sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *