Solok – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membuka Turnamen Sepak Bola FE Cup 2 Regional Sumatera di Stadion Marahadin, Kota Solok, Sabtu (30/5/2026). Ajang yang diikuti 32 klub dari empat provinsi di Pulau Sumatera itu dinilai bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga sarana menggerakkan ekonomi daerah dan mempererat hubungan ranah dengan rantau.
Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada perantau asal Solok, Fadlul Efendi, yang dinilainya konsisten memberi perhatian kepada kampung halaman melalui investasi dan kontribusi di bidang pendidikan, pariwisata, serta olahraga. Menurut dia, turnamen yang berlangsung hingga 1 Juli 2026 itu akan memberi dampak langsung bagi pelaku usaha lokal, terutama UMKM, perhotelan, kuliner, dan transportasi.
“Kami sangat mengapresiasi peran Pak Fadlul Efendi dalam membangun daerah. Ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat tapi juga menjadi stimulus pergerakan ekonomi daerah, terima kasih pak,” ujar Mahyeldi.
Ia menegaskan, kemajuan Sumbar selama ini tidak lepas dari hubungan ranah dan rantau yang terjaga baik. Mahyeldi berharap makin banyak perantau yang terdorong untuk menggelar berbagai kegiatan di Sumbar.
“Hubungan antara ranah dan rantau harus terus diperkuat. Kontribusi perantau sangat besar bagi pembangunan Sumatera Barat. Karena itu, dalam setiap kesempatan saya selalu mengajak para perantau untuk ikut berinvestasi dan berkontribusi bagi daerah,” katanya.
Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra mengatakan, pengalaman pelaksanaan FE Cup sebelumnya menunjukkan event ini memberi dampak positif bagi daerah, terutama dalam meningkatkan kunjungan masyarakat dan menggerakkan usaha kecil menengah.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Fadlul Efendi dan keluarga yang kembali menghadirkan event sepak bola berskala regional ini. Kegiatan ini sangat membantu promosi Kota Solok dan berdampak langsung terhadap kebangkitan ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM,” ujar Ramadhani.
Ia menambahkan, FE Cup 2 menjadi salah satu agenda olahraga terbesar di Solok Raya tahun ini. Selain menampilkan persaingan klub dari empat provinsi di Sumatera, turnamen ini juga diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet sepak bola sekaligus memperkuat peran olahraga sebagai penggerak ekonomi dan promosi daerah.











