Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, bergerak cepat mengantisipasi lonjakan kendaraan di jalur alternatif Malalak dan Sitinjau Laut pasca penutupan Jalan Raya Padang-Solok akibat pemeliharaan.
Mahyeldi menginstruksikan jajarannya untuk siaga 24 jam memantau situasi dan berkoordinasi dengan Pemkab/Pemko setempat.
“Petugas harus standby 24 jam, karena banyak truk besar melalui jalur alternatif,” tegas Mahyeldi saat berkoordinasi via telepon dengan Dinas Perhubungan, BMCKTR, dan Asisten Pemprov Sumbar.
Kemacetan dipicu oleh pemeliharaan jalan dan tingginya volume kendaraan.
“Petugas harus ekstra mengawasi arus kendaraan,” ujar Mahyeldi.
Dishub dan BMCKTR diinstruksikan membuat aturan pembatasan jenis kendaraan di jalur alternatif.
“Dikaji aturannya, apakah diberlakukan jam-jam tertentu. Tronton hanya boleh di Sitinjau Laut, siapkan aturan dan himbauannya,” jelas Mahyeldi.
Mahyeldi mengimbau kendaraan pengangkut pangan, terutama truk besar, mempertimbangkan mengganti dengan kendaraan lebih kecil.
“Kendaraan pengangkut pangan diganti yang lebih kecil, tapi jangan sampai naik harga barang,” pesannya.
Mahyeldi terus memantau situasi di jalur Malalak dan Sitinjau Laut. “Kita pantau terus, bagaimana langkahnya, bagaimana antisipasinya, harus saling koordinasi,” pungkasnya.











