Jakarta – Anggota DPR RI, Nevi Zuairina, mendesak PT PLN (Persero) untuk membangun sistem kelistrikan yang tahan bencana dan tidak bergantung pada solusi sementara yang mahal. Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PLN terkait respons darurat kelistrikan akibat banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra.
Nevi menyoroti pentingnya pemulihan listrik yang cepat, terutama di fasilitas vital seperti rumah sakit dan puskesmas. Ia mendorong PLN mempercepat pembangunan jaringan dan transmisi, termasuk jalur cadangan, untuk meminimalisir dampak pemadaman akibat cuaca ekstrem.
Legislator dari Fraksi PKS ini juga mendorong pemanfaatan teknologi canggih untuk daerah terpencil dan rawan bencana, seperti energi terbarukan, microgrid, dan pasokan listrik nirkabel.
“Wilayah sulit tidak bisa terus diperlakukan dengan pola lama. Harus ada terobosan teknologi,” tegas Nevi.
Selain itu, Nevi menekankan perlunya koordinasi lintas sektoral antara PLN, BNPB, Kementerian PUPR, pemerintah daerah, dan aparat terkait dalam pemulihan listrik pascabencana.
Nevi juga meminta PLN menyusun master plan nasional penanganan listrik pascabencana dan SOP kebencanaan yang terintegrasi sebagai panduan operasional di seluruh Indonesia.
Dalam konteks kemanusiaan, Nevi mendorong PLN menyiapkan skema pembebasan biaya listrik bagi masyarakat di wilayah bencana. “Di masa krisis, listrik bukan hanya komoditas, tetapi kebutuhan dasar,” pungkasnya.











