Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina, soroti pentingnya komunikasi publik yang efektif terkait stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional untuk mencegah panic buying di masyarakat.

Nevi menanggapi kekhawatiran publik usai pemerintah menyampaikan ketahanan stok BBM nasional berada di kisaran 21-25 hari.

Menurutnya, informasi mengenai cadangan operasional BBM harus dijelaskan secara detail agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Komunikasi publik yang tidak utuh dapat memicu kekhawatiran berlebihan,” ujar Nevi dalam keterangannya, Selasa (21/5/2024).

Politisi PKS ini menjelaskan, panic buying dipicu ketidakpastian informasi, psikologi massa, dan kekhawatiran geopolitik global.

“Sering kali rasa takut masyarakat lebih besar dari kondisi sebenarnya,” imbuhnya.

Nevi menambahkan, panic buying dapat menciptakan kelangkaan buatan dan mengganggu distribusi energi nasional.

Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah memperkuat komunikasi publik yang cepat, terbuka, dan berbasis data.

Selain itu, Nevi juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap potensi penimbunan dan penyalahgunaan BBM.

Nevi juga mengingatkan perlunya Indonesia memperkuat cadangan energi nasional yang saat ini masih jauh di bawah negara lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *