Agam – Pemerintah Kabupaten Agam mempercepat pembangunan 20 paket jembatan sepanjang 2026 untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Sejumlah proyek itu masuk dalam program strategis daerah yang dibiayai melalui Transfer ke Daerah (TKD), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kebencanaan.
Pekerjaan fisik dimulai bertahap sejak Juli 2026 setelah seluruh dokumen perencanaan selesai. Pemkab Agam menargetkan seluruh paket jembatan tersebut rampung pada akhir tahun ini.
Pembangunan difokuskan pada jalur-jalur yang menjadi akses penting warga, terutama untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan aktivitas perdagangan. Langkah ini juga diarahkan untuk memulihkan infrastruktur pascabencana serta meningkatkan ketahanan konstruksi terhadap risiko bencana di masa depan.
Sejumlah proyek dengan nilai terbesar antara lain Jembatan Sini Aia di Malalak Selatan senilai Rp5,22 miliar. Pemkab Agam juga membangun Jembatan Batu Banta di Palembayan dengan anggaran Rp4,78 miliar.
Selain itu, Jembatan Batang Tumayo di Tanjung Raya dan Jembatan Bukik Batabuah di Canduang masing-masing mendapat alokasi Rp3,65 miliar. Adapun proyek lain tersebar di berbagai kecamatan, seperti Tilatang Kamang, IV Koto, Lubuk Basung, hingga Palupuah.
Pemkab Agam menyatakan pembangunan ini tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki sarana yang rusak, tetapi juga untuk memperkuat koordinasi penanganan kebencanaan antarinstansi. Pemerintah daerah menilai penyelesaian seluruh proyek akan membuka akses yang lebih baik bagi warga sekaligus membantu memulihkan aktivitas ekonomi secara berkelanjutan.










