Sumpur – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berpacu dengan waktu untuk memulihkan akses jalan provinsi yang terputus akibat banjir bandang di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan. Prioritas utama saat ini adalah membuka kembali jalur vital yang menghubungkan wilayah terdampak dengan dunia luar.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menegaskan bahwa fokus utama adalah pengalihan arus sungai dan penimbunan jalan yang rusak. Alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses ini.

“Akses yang cepat terbuka akan mempermudah penyaluran bantuan,” ujar Eka Putra.

Jalur provinsi di Nagari Sumpur merupakan urat nadi penghubung Tanah Datar dengan Kabupaten Solok. Terputusnya akses ini menghambat mobilitas warga, distribusi logistik, dan layanan publik.

Pemkab Tanah Datar membutuhkan tambahan alat berat untuk mempercepat perbaikan jalan, pembersihan material, dan normalisasi sungai. Dinas PUPR mencatat ada 14 titik sungai yang rusak dan perlu dinormalisasi.

Saat ini, pembersihan material dari rumah-rumah warga dilakukan secara manual oleh TNI dan warga setempat.

Wali Nagari Sumpur, Fernando, berharap dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat untuk mempercepat pemulihan akses jalan dan normalisasi sungai.

“Banyak lahan pertanian dan permukiman warga di sekitar Batang Sumpur. Kami sangat berharap akses segera pulih,” kata Fernando.

Banjir bandang yang menerjang wilayah ini mengakibatkan 12 rumah hanyut, 13 rumah rusak berat, dan 23 rumah berada di zona merah dengan risiko tinggi. Pemulihan akses jalan menjadi krusial untuk membantu warga yang terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *