Tanah Datar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyalurkan bantuan sosial dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga yang terdampak bencana hidrometeorologi 2025. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Eka Putra di Gedung Indo Jolito, Batusangkar, Rabu (3/6/2026).

Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung pemulihan warga setelah bencana yang terjadi pada November 2025 lalu sempat melumpuhkan sektor pertanian, perikanan, hingga infrastruktur ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah.

Pemkab Tanah Datar terus menggenjot proses pemulihan secara bertahap melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi. Langkah itu ditempuh untuk mendorong dukungan anggaran sekaligus mempercepat program bantuan bagi masyarakat terdampak.

Bupati Eka Putra mengatakan upaya pemulihan kini mulai menunjukkan hasil nyata. Sejumlah program telah berjalan, mulai dari pembangunan hunian tetap dan sementara hingga pembangunan sabo dam sebagai bagian dari mitigasi bencana.

“Alhamdulillah, satu per satu upaya mulai menunjukkan hasil. Kami terus berupaya mempercepat proses pemulihan pascabencana bagi seluruh masyarakat terdampak,” ujar Eka.

Secara rinci, bantuan disalurkan kepada 175 pelaku usaha perikanan di Kecamatan Batipuh, Batipuh Selatan, dan X Koto. Bantuan juga diberikan kepada 148 pelaku UMKM yang tersebar di lima kecamatan sebagai stimulus ekonomi.

Selain itu, pemerintah daerah menyalurkan BLT kepada 924 kepala keluarga petani di Kecamatan Batipuh, Batipuh Selatan, dan X Koto. Masing-masing penerima memperoleh Rp900 ribu.

“Kami juga menyalurkan bantuan biaya pendampingan bagi 23 keluarga pasien korban bencana yang dirawat di rumah sakit dengan total anggaran Rp183,1 juta,” kata Bupati.

Total bantuan yang disalurkan pada tahap ini mencapai Rp1,3 miliar.

Eka menegaskan seluruh penerima manfaat telah melewati verifikasi ketat oleh dinas terkait agar bantuan tepat sasaran dan akuntabel. Ia berharap bantuan itu benar-benar dapat meringankan beban ekonomi warga pascabencana.

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Menurutnya, kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik Gunung Marapi masih fluktuatif sehingga perlu diantisipasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *