Batusangkar – Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menghadiri silaturahmi dengan perantau Tembilahan yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kabupaten Indragiri Hilir.

Pertemuan yang diisi dengan jamuan makan siang itu berlangsung di RM. Mak Icun, Kamis (24/7).

Bupati Eka Putra menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh pengurus IKTD Inhil, Bundo Kanduang, serta seluruh anggota dan Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) Indragiri Hilir.

“Saya terpesona atas sambutan dari perantau kami asal Tanah Datar. Ini luar biasa. Kami ucapkan ribuan terima kasih,” ujar Eka Putra.

Eka Putra berharap silaturahmi ini dapat mempererat hubungan antara perantau dan pemerintah daerah. Ia juga memohon doa dan dukungan agar selalu diberikan kekuatan dalam memimpin Kabupaten Tanah Datar.

Dalam kesempatan tersebut, Eka Putra menyampaikan informasi mengenai berbagai program pembangunan di kampung halaman, termasuk program unggulan seperti satu rumah satu hafidz/hafidzah, bantuan usaha, bajak sawah gratis, menanam padi gratis, asuransi padi, dan berobat gratis bagi warga ber-KTP Tanah Datar.

Selain itu, Eka Putra juga memaparkan berbagai prestasi yang telah diraih Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, termasuk menjadi yang terbaik dalam pengendalian inflasi daerah selama lima tahun berturut-turut.

Menanggapi bencana banjir bandang dan banjir lahar dingin yang terjadi beberapa waktu lalu, pemerintah telah membangun Early Warning System (EWS) dan Sabodam untuk meminimalisir dampak bencana.

Ketua IKMR Romi Irawan berharap kehadiran bupati ini bukan yang pertama dan akan ada kunjungan berikutnya.

Usai pertemuan, Bupati Eka Putra bersama rombongan meninjau gedung pertemuan IKTD Tembilahan di Jalan M. Boya LR. Krakatau.

Turut hadir dalam rombongan, Asisten Pemerintahan dan Kesra H. Elizar, Kepala Dinas PUPR Ten Feri, Kabag Prokopim Dedi Tri Widono, Kabag Umum Ronal Satria, dan Plt. Sekretaris Bapenda Franky Adi Thama. Mereka disambut oleh Ketua IKTD Tembilahan Defri Devito beserta pengurus, Ketua IKMR Kabupaten Inhil Romi Irawan, dan perantau lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *