Padang – Polri gencarkan pembangunan infrastruktur dan hunian sementara (Huntara) untuk percepat pemulihan pascabencana di Sumatera Barat.
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo memastikan bantuan terus mengalir hingga aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal.
Fokus utama saat ini adalah pembangunan kembali infrastruktur vital seperti jembatan dan penyediaan hunian yang layak bagi para korban.
Polri melaporkan progres positif pembangunan jembatan darurat, di mana Jembatan Palembayan (Agam) dan Sumani (Solok) telah rampung 100%.
Jembatan Malalak (80%) dan Batang Anai (75%) juga dikebut pengerjaannya.
Perhatian khusus diberikan pada Jembatan Salareh Aia di Agam, yang menjadi akses utama bagi 1.136 jiwa.
Polri mendorong peningkatan status jembatan tersebut menjadi Jembatan Bailey agar bisa dilalui kendaraan roda empat dan enam, memulihkan distribusi hasil tani.
Selain infrastruktur, Polri juga membangun Huntara di tiga lokasi: Kapalo Koto (100 unit), Anduriang (34 unit), dan Limau Hantu (60 unit).
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Polri menyediakan 150 titik sumur bor dan 300 toren, didukung oleh 7 unit mobil tangki.
Di bidang pendidikan dan mental, 200 set seragam sekolah dan 400 pasang sepatu dibagikan kepada para siswa.
Tim psikolog juga diterjunkan untuk memberikan Trauma Healing kepada anak-anak yang terdampak bencana.
Sebelumnya, Wakapolri melepas pendistribusian 50 ton bantuan logistik dan 200 personel gabungan untuk menjangkau wilayah terisolir.
Bantuan disalurkan ke Kabupaten Padang Pariaman (Nagari Sungai Buluh Barat & Utara, Kampung Pondok Nagari Pasie Laweh) dan Kabupaten Agam (Palembayan dan Maninjau).











