Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan kemajuan teknologi menjadi kunci penting dalam mempercepat penyelesaian berbagai persoalan bangsa. Ia meminta perkembangan teknologi tidak hanya dilihat sebagai inovasi, tetapi juga sebagai alat untuk memperkuat respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center, Minggu (28/6/2026).

Menurut Presiden, teknologi memungkinkan pemerintah menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dan menindaklanjuti kendala di lapangan dengan lebih cepat. Ia mencontohkan, masukan dari warga, termasuk anak-anak di desa melalui platform digital, dapat segera diproses pemerintah.

Prabowo menyebut perkembangan teknologi telah membuka jalur komunikasi yang efektif antara negara dan rakyat, bahkan hingga ke wilayah terpencil seperti Nias. Ia menegaskan setiap kesulitan harus dihadapi dengan keberanian, pengakuan atas masalah, dan kerja keras untuk mencari solusi.

Meski begitu, Kepala Negara mengingatkan agar kemajuan teknologi disikapi secara bijak. Menurut dia, teknologi juga menyimpan potensi dampak destruktif jika disalahgunakan.

Ia mencontohkan teknologi nuklir yang dapat dimanfaatkan untuk energi bersih dan kepentingan medis, tetapi juga bisa menghancurkan peradaban bila jatuh ke tangan yang keliru.

Prabowo turut menyoroti tantangan dari perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence, termasuk munculnya agent AI. Ia mendorong para guru besar dan profesor untuk mengkaji fenomena itu secara serius.

Presiden menilai mesin kini sudah melampaui kemampuan manusia dalam sejumlah aspek, sehingga akademisi perlu mengambil peran lebih besar dalam mencermati arah perkembangan teknologi. Ia menekankan, inovasi harus tetap berada dalam koridor yang memberi manfaat bagi kemaslahatan manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *