Padangpanjang – Komunitas Ranah Kreatif fokus pada pemulihan trauma korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat, selain menyalurkan bantuan logistik. Relawan terjun langsung memberikan dukungan psikologis bagi warga terdampak.
Misi kemanusiaan yang berlangsung sejak 10 Desember hingga 30 Desember 2025 ini menyasar wilayah Tanah Datar, Kabupaten Solok, dan Agam.
Pimpinan Ranah Kreatif, Ubai Dillah Al Anshori, mengatakan bahwa pemulihan trauma menjadi prioritas karena banyak korban mengalami kehilangan mendalam.
“Kehadiran relawan memberikan semangat untuk kembali pulih, bukan hanya secara fisik, tapi juga mental,” ujar Ubai.
Ranah Kreatif menggandeng kitabisa.com dan Salam Setara untuk menjangkau lebih banyak korban dan memberikan bantuan yang lebih komprehensif.
Kondisi di lapangan sangat memprihatinkan. Banyak keluarga kehilangan anggota keluarga, rumah, dan mata pencaharian.
Di Gunung Bungsu, sebuah masjid menampung 500 pengungsi yang kehilangan sawah. Di Koto Hilalang, longsor memutus akses antar desa dan menyebabkan krisis sembako.
Tim Ranah Kreatif juga menghadapi tantangan berat dalam perjalanan menuju lokasi bencana. Mereka harus melewati 10-15 titik longsor dan banjir.
Bahkan, saat tiba di lokasi, hujan kembali mengguyur dan informasi longsor serta banjir susulan diterima.
“Hanya berjarak 1 km dengan lokasi kami, empat warga hanyut dan satu rumah tertimpa longsor,” ungkap Ubai.
Pemerintah setempat mencatat 105 warga meninggal dunia dan puluhan lainnya hilang akibat bencana ini.
Ranah Kreatif berencana melanjutkan misi kemanusiaan ke Nagari Maninjau dan Nagari Sungai Batang.











