Simpang Ampek – Tim SAR gabungan terus berupaya mencari satu korban hanyut akibat air bah di Batang Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Pencarian memasuki hari keenam pada Rabu (21/8/2024).

Korban yang masih dalam pencarian bernama Eman (35), warga Rao. Ia dilaporkan hilang sejak Kamis (15/8/2024) sore.

“Area pencarian sudah diperluas hingga ke bagian muara sungai,” kata Koordinator Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi.

Novi menjelaskan, korban diduga terbawa arus deras hingga jauh dari lokasi awal kejadian.

Tim SAR gabungan mengerahkan dua perahu karet dan satu perahu bermesin tempel. Selain itu, tim penyisir darat juga ditambah untuk mencari kemungkinan korban terjebak di pinggir sungai.

Sebelumnya, Aldi (25), warga Limau Puruik, Kecamatan Kinali, ditemukan meninggal dunia pada Minggu (17/8/2024). Jasadnya ditemukan di bawah tumpukan kayu.

“Medan pencarian tidaklah mudah. Petugas harus ekstra hati-hati karena kondisi debit air sering berubah-ubah, ditambah curah hujan yang masih tinggi,” ujar Novi.

Untuk memaksimalkan pencarian, tim SAR mengoperasikan drone termal. Drone ini digunakan untuk mendeteksi tanda-tanda keberadaan korban di permukaan sungai.

Tim gabungan terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat sekitar. Mereka bekerja siang dan malam dengan harapan korban segera ditemukan.

“Kami berharap korban bisa segera ditemukan agar keluarga tidak lagi menunggu dalam kecemasan,” kata Novi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda penemuan korban. Tim SAR terus melakukan pencarian di sepanjang Sungai Batang Pasaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *