AGAM – Warga Simpang Ampek Tangah, Lubuk Basung, bergotong royong membersihkan lingkungan di tengah kekhawatiran merebaknya demam berdarah dengue (DBD) di kawasan pemukiman mereka. Aksi ini dipimpin RT setempat, Taufik Wahyudi, yang mengatakan sudah ada sedikitnya 10 warga terjangkit penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti itu.

Taufik mengatakan, warga bergerak cepat membersihkan lingkungan karena khawatir penularan DBD berlangsung semakin luas. Menurut dia, genangan air kotor menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

“Sedikitnya sudah 10 orang korban terjangkit penyakit DBD, kami merasa khawatir karena siklus penularan nyamuk ini begitu cepat dalam genangan kotoran air. Makanya masyarakat kami ajak untuk gotong royong bersih-bersih lingkungan,” ujarnya, Rabu (20/5), di Lubuk Basung.

Kegiatan itu juga melibatkan Pemerintah Nagari Lubuk Basung dan Puskesmas Lubuk Basung. Walinagari Lubuk Basung, Dharma Ira Putra, turun langsung memimpin kerja bakti bersama warga.

Ia ikut membersihkan selokan, sampah, serta genangan air di ember dan botol bekas yang berpotensi menjadi tempat hidup nyamuk.

Warga berharap Dinas Kesehatan segera melakukan fogging untuk memberantas jentik nyamuk Aedes aegypti yang diduga masih ada di kawasan itu. Taufik menyebut, saat ini masih ada dua pasien anak yang dirawat di RSUD Lubuk Basung.

Di sisi lain, pantauan di sejumlah kawasan padat penduduk Lubuk Basung, termasuk Surabayo Perumnas Talago, menunjukkan belum ada fogging yang dilakukan Dinas Kesehatan Agam sepanjang tahun ini. Hal itu disampaikan RK 07 Perumnas Talago, Andi Junaidi, kepada Mimbarsumbar melalui telepon, Rabu (20/5).

Menurut Andi, hingga kini belum ada fogging dari Dinas Kesehatan Agam pada 2026 ini.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Agam, dr. Hendri Rusdian, M.Kes, melalui WhatsApp terkait kasus DBD di Lubuk Basung belum mendapat tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *