Padang – Dosen Universitas Negeri Padang (UNP), Dr. Nofrion, M.Pd., kembali menjadi narasumber dalam pelatihan keterampilan public speaking yang digelar Ikatan Pemagang dan Pekerja (Tokutei Ginou) Indonesia di Jepang (IPTIJ) secara daring, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan itu diikuti pengurus dan anggota IPTIJ yang tersebar di berbagai daerah di Jepang.
Dalam keterangannya yang diterima Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis, Senin (27/7/2026), Dr. Nofrion menyebut pelatihan tersebut merupakan bagian dari program kerja IPTIJ untuk meningkatkan kemampuan anggota sekaligus mempererat silaturahmi antarpemagang dan pekerja Indonesia di Jepang. Ketua pelaksana kegiatan, Adlin Iqromi, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk menambah kompetensi anggota sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari maupun aktivitas organisasi.
Dr. Nofrion menegaskan kemampuan berbicara di depan umum merupakan salah satu soft skills penting yang dapat menunjang kesuksesan seseorang. Ia menyampaikan, kemampuan itu bisa dipelajari oleh siapa saja melalui latihan yang konsisten, sebab keberhasilannya lebih ditentukan oleh usaha daripada bakat.
Selain memaparkan materi, Dr. Nofrion juga mempraktikkan teknik menjadi pembawa acara atau master of ceremony dan moderator yang efektif. Dalam sesi diskusi, salah satu peserta mengaku kerap mengalami blank spot saat berbicara di depan umum. Menanggapi hal itu, Dr. Nofrion menjelaskan kondisi tersebut biasanya dipicu kurangnya penguasaan materi serta rasa gugup atau stage fright.
Sebagai solusi, ia memperkenalkan metode CABARITUS, yakni tahapan berpikir yang meliputi Cari, Baca, Ringkas, Tulis, dan Sampaikan. Ia juga membagikan pola latihan one minute presentation, one hour preparation sebagai cara bagi pemula untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum secara bertahap.
Dr. Nofrion berharap materi yang disampaikan dapat membantu pekerja dan pemagang Indonesia di Jepang meningkatkan kepercayaan diri sekaligus kemampuan berkomunikasi, baik di lingkungan kerja maupun dalam aktivitas organisasi. Kepercayaan yang kembali diberikan kepada dosen UNP itu juga menjadi bentuk kontribusi sivitas akademika UNP dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 4 atau Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kompetensi komunikasi, serta SDG 8 atau Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan memperkuat kapasitas pekerja dan pemagang Indonesia di tingkat global.











