Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggandeng pemerintah pusat untuk memulihkan ribuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak bencana. Kolaborasi ini diwujudkan melalui peresmian Klinik UMKM Minang Bangkit.
Klinik UMKM Minang Bangkit diharapkan menjadi solusi konkret bagi 4.876 UMKM di Sumbar yang mengalami kesulitan akibat bencana.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Menurutnya, klinik ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat Sumbar yang tengah berjuang bangkit kembali.
Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Y Moraza, menjelaskan bahwa klinik ini akan menjadi pusat koordinasi untuk pendataan UMKM, pemulihan mental, pendampingan usaha, akses pembiayaan, dan penguatan akses pasar melalui digitalisasi.
Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menilai Klinik UMKM Minang Bangkit sebagai bukti keseriusan negara dalam melindungi UMKM.
Muhidi menekankan pentingnya klinik ini bekerja secara serius, fokus, dan berkelanjutan. Ia juga mengajak pelaku UMKM untuk memanfaatkan klinik ini secara optimal.
Klinik UMKM Minang Bangkit akan menggunakan pendekatan seperti layanan kesehatan, yaitu melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi usaha, mengidentifikasi masalah, menganalisis kebutuhan, dan memberikan rekomendasi yang aplikatif.
Dari total 740.347 UMKM di Sumbar, tercatat 4.876 UMKM terdampak langsung bencana, sementara 11.107 pelaku UMKM nasabah perbankan turut terdampak secara langsung maupun tidak langsung.











