Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meminta warga tidak terpancing isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Imbauan ini menyusul antrean panjang di sejumlah SPBU di Sumbar akibat isu tersebut.
Mahyeldi menegaskan, pemerintah provinsi terus memantau situasi di lapangan. Koordinasi intensif dilakukan dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk memastikan distribusi BBM tetap lancar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan,” kata Mahyeldi, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, antrean di SPBU lebih disebabkan kepanikan masyarakat akibat informasi yang belum tentu benar. Ia memastikan pasokan BBM di Sumbar aman.
Mahyeldi menambahkan, penyesuaian harga BBM adalah wewenang pemerintah pusat. Ia meminta masyarakat bijak dalam menerima informasi dan tidak terpengaruh isu yang memicu kepanikan.
Pemprov Sumbar, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk menjaga stabilitas pasokan energi di daerah.










