Berikut adalah penulisan ulang berita tersebut dengan gaya jurnalistik media nasional:

Padang – Fakultas Hukum (FH) Universitas Andalas (Unand) mendirikan Pusat Studi Kawasan Samudera Hindia (PUSAHI) untuk menjawab tantangan di wilayah pesisir dan laut. PUSAHI akan fokus pada riset, advokasi, dan pengabdian masyarakat berbasis blue economy.

Wakil Direktur PUSAHI FH Unand, Dr. Delfiyanti, menjelaskan bahwa ide pendirian PUSAHI berasal dari Mantan Diplomat Indonesia, Hasyim Djalal. Unand dinilai strategis karena berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

PUSAHI akan mengkaji hukum laut, keamanan, perlindungan pesisir, perubahan iklim kelautan, dan hak-hak masyarakat pesisir.

“Kami juga menjalin kerja sama dengan Kemenlu RI, BAKAMLA, hingga Polairud,” ujar Delfiyanti.

Ketua Badan Pengurus Harian PUSAHI FH Unand, Muhammad Shiddiq Putra, menambahkan bahwa PUSAHI akan menjadi jembatan antara penelitian hukum dan kebutuhan masyarakat pesisir.

“Sejak 2024 PUSAHI kembali aktif untuk memastikan keilmuan hukum berdampak nyata,” kata Shiddiq.

PUSAHI akan fokus pada hukum laut internasional, studi Samudera Hindia, keamanan perairan, konservasi pesisir, perubahan iklim, dan hak-hak masyarakat pesisir.

PUSAHI juga menyiapkan program unggulan seperti Beach Clean Day dan seminar tentang Samudera Hindia.

PUSAHI menargetkan diri menjadi pusat unggulan hukum laut dan pesisir di Sumatera, bahkan Indonesia bagian Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *