Padang Lua – Ratusan santri di Nagari Padang Lua, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, meriahkan pawai taaruf Khatam Al-Qur’an dalam konsep Alek Nagari, Sabtu (30/5). Kegiatan itu menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat sekaligus bentuk syiar Islam dan penghargaan bagi generasi muda yang telah menamatkan pendidikan membaca Al-Qur’an.
Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr Mhd Lutfi, secara resmi melepas pawai yang dimulai dari depan kantor Nagari Padang Lua. Sepanjang rute, masyarakat tampak memadati jalan untuk menyaksikan para peserta khatam yang diarak dengan penuh suka cita.
Mhd Lutfi mengatakan, pawai taaruf bukan sekadar arak-arakan seremonial, melainkan media syiar Islam dan ungkapan syukur atas keberhasilan anak-anak menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an.
“Hari ini adalah hari kemenangan, hari yang penuh berkah. Pawai yang dilaksanakan bukan sekadar formalitas atau hiburan semata, tetapi bentuk syiar Islam dan ekspresi rasa syukur karena anak-anak kita telah menyelesaikan satu tahapan penting dalam hidup mereka, yakni khatam Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan para santri merupakan hasil kerja keras mereka, kesabaran para guru mengaji, serta doa dan dukungan orang tua yang tak pernah putus.
Mhd Lutfi juga berpesan agar momen khatam dijadikan awal untuk semakin mendalami, mengamalkan, dan menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Khatam bukanlah akhir, tetapi langkah awal dalam memahami, mengamalkan dan mengajarkan Al-Qur’an kepada orang lain. Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan hiasan hati,” katanya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada panitia, pemerintah nagari, para guru, dan seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya Alek Nagari Khatam Al-Qur’an tersebut.
Wali Nagari Padang Lua, Jufri, mengatakan pelaksanaan Khatam Al-Qur’an dengan konsep Alek Nagari merupakan program berkelanjutan yang telah menjadi tradisi masyarakat Padang Lua.
Menurut dia, kegiatan itu digelar sekali dalam dua tahun dan diperuntukkan bagi anak-anak yang telah menamatkan pendidikan di MDTA.
“Konsep Alek Nagari ini dilaksanakan secara berkelanjutan setiap dua tahun sekali. Selain menjadi ajang syiar Islam, kegiatan ini juga bentuk penghargaan kepada anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan MDTA,” ujarnya.
Jufri menyebutkan, jumlah santri MDTA di Nagari Padang Lua saat ini mencapai 460 orang. Dari jumlah itu, 157 santri mengikuti prosesi khatam Al-Qur’an tahun ini.
Ia berharap kegiatan tersebut terus dipertahankan dan menjadi motivasi bagi generasi muda agar semakin mencintai Al-Qur’an serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.











