Limapuluh Kota – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat mengeluarkan peringatan keras terkait potensi kesyirikan di balik fenomena sinkhole yang viral di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota.
Fenomena alam ini, yang kini menjadi daya tarik wisata dadakan, memicu kekhawatiran karena masyarakat mulai meyakini air sinkhole memiliki khasiat tertentu.
Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar, menegaskan agar masyarakat tidak terjebak dalam keyakinan yang menyesatkan dan mengimbau untuk berpegang pada akal sehat serta ilmu pengetahuan.
“Jangan sampai ada tukang mimpi dan dukun yang membawa cerita pembenaran atas kesesatan masyarakat awam,” ujarnya, Jumat (9/1/2025).
MUI Sumbar telah berkoordinasi dengan MUI Kabupaten Lima Puluh Kota dan MUI Nagari setempat untuk mengawasi dan menghentikan praktik-praktik yang berpotensi menyesatkan.
Buya Gusrizal menjelaskan bahwa meyakini sesuatu berkhasiat tanpa dasar medis atau wahyu yang shahih adalah keyakinan yang didasarkan pada khayalan dan dapat menjurus pada kesyirikan.
Meskipun mengakui keindahan alam sinkhole, MUI Sumbar mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan tidak mudah percaya pada hal-hal yang belum jelas kebenarannya.
Koordinasi terus dilakukan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi fenomena ini.











