Sarilamak – Bupati Limapuluh Kota, M. Safni, mengungkapkan kekesalannya terhadap oknum yang diduga wartawan karena berkomunikasi tidak etis. Hal ini disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Wartawan di Hotel Kondang Sarilamak, Selasa (12/12/2023).
Safni mengaku telah memblokir nomor oknum tersebut karena merasa terganggu dengan kata-katanya.
“Maaf nomor yang bersangkutan saja blokir, karena kata katanya tidak beretika lagi, saya tidak melayani yang seperti itu,” tegasnya.
Selain itu, Safni juga mengklarifikasi tudingan bahwa dirinya meminta setoran kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan bawahan.
“Tidak ada satu sen saya menerima imbalan untuk jabatan-jabatan di OPD mulai eselon 4 sampai 2,” ujarnya.
Bimtek ini sendiri diikuti oleh 22 calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dari Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh. Ketua PWI Lima Puluh Kota dan Payakumbuh, Aspon Dedi, mengatakan bahwa uji kompetensi wartawan (UKW) menjadi syarat mutlak untuk menjadi anggota PWI.
“Yang lulus UKW ini dijamin bisa menjadi anggota PWI Limapuluh Kota dan Payakumbuh,” kata Aspon.
Anggota DPRD Fajar Rillah Veski yang juga hadir dalam acara tersebut, menekankan pentingnya integritas bagi wartawan. Ia berharap Bimtek ini dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi wartawan di daerah tersebut.











