Payakumbuh – Kompetisi Minisoccer Payakumbuh League (MPL) Season 2 dipastikan kembali bergulir di Breakhouse Arena, Kota Payakumbuh, pada Juli 2026. Ajang ini diproyeksikan menjadi panggung persaingan tim-tim terbaik sekaligus ruang lahirnya pemain potensial dari Sumatera Barat.

Memasuki musim kedua, MPL hadir dengan konsep yang lebih kompetitif dan penyajian pertandingan yang lebih menarik bagi peserta maupun masyarakat. Kompetisi ini tidak hanya menjadi arena adu kuat antar tim, tetapi juga diarahkan sebagai wadah pengembangan olahraga minisoccer di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Seluruh laga akan didukung publikasi oleh media lokal hingga nasional. Bagi masyarakat yang tidak bisa datang langsung, panitia juga menyiapkan siaran melalui layanan live streaming di sejumlah platform media yang telah bekerja sama.

Ketua panitia MPL Season 2, Hengki Saputra, mengatakan turnamen ini akan diikuti tim umum dan instansi yang diperkuat pemain berpengalaman dari cabang sepak bola maupun futsal Sumatera Barat.

“Sejumlah peserta memiliki rekam jejak tampil di berbagai kompetisi nasional, mulai dari Liga 1, Liga 2, Liga 3 hingga Liga 4 Indonesia,” ujarnya.

Selain menghadirkan persaingan para pemain senior, MPL Season 2 juga memberi perhatian pada pembinaan generasi muda. Panitia menerapkan regulasi baru yang mewajibkan setiap tim mendaftarkan pemain muda ke dalam skuad.

“Keputusan ini merupakan bentuk kolaborasi bersama Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota untuk memperluas ruang pembinaan atlet muda daerah,” kata Hengki.

Melalui kompetisi ini, penyelenggara berharap muncul bibit-bibit baru yang mampu bersaing di level regional hingga nasional. KSMI sendiri merupakan organisasi resmi minisoccer di bawah naungan KONI yang berperan dalam pengembangan dan pembinaan cabang olahraga tersebut di Indonesia.

Selain persaingan di lapangan, MPL Season 2 juga menyiapkan hadiah puluhan juta rupiah serta penghargaan individu untuk pemain terbaik, mulai dari Man of The Match (MOTM), Top Scorer, Best Player, Best Young Player, hingga Best Goalkeeper.

Hengki yang juga Ketua Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Lima Puluh Kota menegaskan kompetisi ini diharapkan menjadi langkah awal membangun ekosistem minisoccer yang lebih kuat di daerah.

“Dari Payakumbuh untuk Sumatera Barat, dari Sumatera Barat untuk Indonesia,” tutupnya.

Dengan konsep kompetisi sekaligus pembinaan, Minisoccer Payakumbuh League Season 2 ditargetkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga mencetak pemain muda yang memiliki masa depan di dunia olahraga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *